Kamis, 23 Agustus 2012

Cara Ampuh Melupakan Sang Mantan



Dalam menjalin suatu hubungan asmara, tidak semua orang bisa sukses untuk sampai ke pelaminan, meskipun sudah sebisa mungkin menjaganya. Namun kalau memang bukan jodoh, pasti akan berpisah.
Meski keputusan untuk berpisah dibuat bersama dan/atau secara sepihak, tapi Anda kalanya kita tidak mudah untuk melupakan sang mantan. Walaupun hubungan itu sudah berakhir satu tahun silam. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Anda dan bagaimana cara melupakan sang mantan
Untuk mengetahui tipsnya, bagaimana cara ampuh melupakan mantan pacar, setidaknya ada 3 hal yang sebaiknya Anda lakukan untuk melanjutkan hidup tanpa si dia alias melupakannya.
Berikut adalah 3 cara melupakan sang mantan pacar sebagaimana disarankan oleh Psikoterapis dan penulis buku The Pathway to Love, Julie Orlov seperti di lansir female kompas

Menerima diri.
Tak ada yang salah dengan perasaan menyesal karena putus dengan kekasih, dan merasa tak bisa melanjutkan hidup tanpanya. Menurut Julie, apa yang Anda rasakan ini adalah hal normal.
“Setiap orang butuh waktu dan cara berbeda untuk mengatasi perasaannya setelah putus. Apalagi jika sebelumnya Anda membina hubungan jangka panjang dengan si dia,” jelasnya.
Saran Orlov, sikapi situasi ini dengan lebih santai dan memahami bahwa Anda memang butuh waktu untuk menghadapinya.

Refleksi diri.
Sebuah hubungan yang baik takkan berakhir, kata Orlov. Hubungan akan berakhir jika ternyata memang tak bisa dijalankan oleh Anda, dia, atau keduanya. Saran Orlov, cobalah untuk mereview kembali seberapa realistis hubungan yang pernah Anda bangun bersamanya dahulu.
“Anda sudah berbuat yang terbaik, jadi jangan menyesali diri apalagi menyakiti diri sendiri karena hubungan tak bertahan. Belajarlah dari pengalaman masa lalu agar hal tersebut tak terulang kembali,” tuturnya.

Atasi rasa takut.
Ketakutan kerap menjadi penghalang bagi seseorang yang baru saja putus hubungan. Takut gagal menjalani hubungan baru, takut mengulangi kesalahan masa lalu, takut tak bahagia. Apa pun sumber ketakutan itu, temukan hal apa yang menghambat Anda untuk merasakan kembali bahagianya membina hubungan.
Tak ada yang rasional dari perasaan takut itu, kata Orliv. Yakinlah, Anda berhak memiliki masa depan yang lebih baik. Anda juga layak merasakan cinta dan bahagia dalam hubungan, melakoni pengalaman dan petualangan berbeda bersama pasangan baru.


sekian tips dari saya.. semoga bermanfaat :)
 

Jumat, 27 Juli 2012

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial


Manusia Sebagai Makhluk Individu


Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
B. Interaksi Sosial dan Sosialisasi

Sabtu, 07 April 2012

ESCHERICHIA COLI

 




“Jangan takut dengan E.Coli German”


Bakteri yang saat ini lagi terkenal di bandingkan Bakteri E. Sakazaki yang dulu sempat menghebohkan pertelevisian nusantara…

Yap itulah Bakteri Escherichia Coli atau lebih dikenal dengan singkatan Bakteri E.Coli …sekarang bakteri E.Coli menjelma sebagai bintang Bakteri yang di bicarakan masyarakat Indonesia, bahkan Dunia… wabah ini merebak di German dengan menyebabkan kematian sekitar 30 orang akibat pendarahan pada bagian pencernaan setelah diduga memakan timun,tomat ataupun selada yang tercemar bakteri E.Coli..
Kenapa pada kalimat awal saya katakan jangan takut dengan E.Coli German… bagi masyarakat Indonesia pencemaran sudah menjadi bagian lazim masyarakat.. apalagi masyarakat di lingkungan kumuh perkotaan…


Jika anda pernah melihat lingkungan kumuh di ibu kota dimana sumber air dan lainnya sudah tercemar sejak lama, masyarakat lingkungan sekitar masih dapat bertahan dengan keadaan tersebut…

E.Coli merupakan bakteri yang umum ditemukan di usus manusia.. bakteri ini sangat umum ditemukan di feses manusia.. Nah di Indonesia orang seringkali membuang limbah/ BAB di sungai atau kali… dan lebih mantapnya lagi kali dan sungai tersebut menjadi salah satu sumber air yang memenuhi kebutuhan warga baik untuk minum, mandi, ataupun mencuci…
Paling tidak dari data dinas DKI Jakarta.. hampir semua air dangkal yang berada di Jakarta tercemar oleh bakteri E.Coli…
Balok-balok es yang biasa orang kecil minum pun ketika haus dibuat dari air sungai yang tercemar bakteri E.Coli…

saya membayangkan bagaimana kuatnya usus orang Indonesia… telah dicemari oleh bakteri E.Coli namun mampu bertahan hidup cukup lama dalam kondisi kumuh tersebut…
lalu apa yang ditakutkan dari E.Coli German, German dikenal dengan negara yang cukup maju.. dan lingkungannya pun terjaga dengan baik…


Pemerintah Indonesia pun nyaman-nyaman saja dengan kondisi lingkungan kumuh seperti itu.. karena masyarakat juga sudah nyaman dengan kondisi lingkungan kumuh yang tercemar E.Coli…
kalau anda memperhatikan tata ruang di perkotaan.. jarak antara sumber air dan septick tank tempat penampungan feses jaraknya berdekatan dan itu salah satu penyebab tercemarnya sumber air oleh E.Coli.. tapi masyarakat Indonesia nyaman-nyaman saja… karena tidak ada lagi pilihan tempat tinggal yang bersih di ibu kota…


dan saya berpendapat bahwa E.Coli Indonesia lebih ganas menyerang dari E.Coli German.. jika orang Indonesia yang berada di lingkungan kumuh memakan makanan yang tercemar E.Coli paling hanya akan mengalami diare… karena usus orang Indonesia telah terbiasa tercemar dengan E.Coli…

tapi semua perlu dibuktikan dengan penelitian terpadu.. yang jelas kondisi lingkungan Indonesia yang sudah tercemar parah ini.. saya pikir memiliki dampak positif.. sistim kekebalan tubuh usus manusia Indonesia menghindari serangan E.Coli lebih baik dari sistem kekebalan tubuh usus orang German yang telah terbiasa dengan lingkungan bersih dan terjaga dengan baik..