Selasa, 27 November 2012

Ciri-ciri Orang Jatuh Cinta



Cinta bisa membuat dunia Anda berubah. Jika Anda sedang jatuh cinta, biasanya wajah Anda akan selalu merona saat bertemu dengannya, seperti ada kupu-kupu yang mengepakkan sayap di perut Anda.

Bahkan deretan beton yang ada di sepanjang jalan seolah berubah menjadi bunga-bunga indah yang membuat langkah Anda menjadi ringan dan selalu tersenyum sepanjang hari.Lalu Anda bertanya-tanya, apakah Anda sedang jatuh cinta atau sekedar kagum belaka?
Mungkin teman-teman dan orang terdekat Anda mengetahui perubahan sikap Anda, yang bisa jadi Anda sendiri tidak menyadarinya. Anda juga mungkin bertanya-tanya benarkah perasaan senang Anda akibat sedang jatuh cinta pada seseorang atau hanya perasaan kagum belaka?
Untuk lebih mudah mengetahui bahwa tubuh Anda sedang dijangkiti flu daripada menyadari bahwa Anda sedang jatuh cinta, karena tanda-tanda jatuh cinta hampir tidak terlihat. Padahal, Anda bisa menilai diri Anda sendiri bahwa Anda sedang dijangkiti ‘virus’ jatuh cinta.
Berikut adalah Ciri ciri Anda Jatuh Cinta kepada seseorang.

Isi Kepala Anda Hanya Dia
Lirik lagu yang menyatakan bahwa saat jatuh cinta hanya ada dia sepertinya benar. Pada saat Anda jatuh cinta, maka otak Anda akan merespon dengan mengaktifkan hormon Dopamine. Hormon ini adalah hormon yang sama dengan hormon yang dapat menyebabkan seseorang kecanduan pada bahan adiktif. Jadi jangan heran bila Anda kecanduan untuk terus memikirkannya, terus membicarakannya, terus membayangkan hal indah yang telah Anda lewati dengannya, dan Anda akan sulit tidur karena imajinasi Anda tentangnya lebih menyenangkan daripada memimpikan memiliki tas Chanel terbaru pada saat tidur.

Mulai Terobsesi Dengannya
Setuju atau tidak, Anda mulai terobsesi dengannya. Obsesi ini hampir sama seperti bila Anda terkagum-kagum pada artis kesayangan Anda. Dimulai dengan mengikuti informasi ke mana dia pergi atau apa yang sekarang sedang dia lakukan. Bila dia memiliki social media, maka Anda akan menjadi penguntit yang diam-diam mengikuti apa saja yang terjadi dengan statusnya. Anda juga tertarik untuk menyukai hobinya sekalipun sebelumnya hobi itu adalah hal yang membosankan bagi Anda. Atau Anda mulai memikirkan apakah malam ini dia memimpikan Anda. Ups… Jangan khawatir, itu normal kok.

Lebih Mencintai Diri Sendiri
Para remaja yang sedang jatuh cinta biasanya akan mengikuti selera pria yang dia sukai. Jika si pria menyukai perempuan yang memakai pakaian warna merah muda, maka remaja putri akan mati-matian menyukai merah muda sekalipun warna itu bukan kesukaannya. Tetapi bila Anda adalah wanita yang telah memasuki tahap dewasa, maka Anda akan semakin mencintai diri Anda pada saat jatuh cinta dengan seseorang.
Anda tidak akan memaksakan diri Anda memakai sesuatu yang disukai oleh pria yang Anda suka, tetapi Anda akan menghargai pemikiran-pemikiran Anda yang sejalan dengan pemikirannya. Bila ada pemikiran Anda yang tidak sejalan dengannya, Anda dengan senang hati akan membahasnya sebagai sesuatu untuk saling melengkapi. Anda juga akan lebih memerhatikan penampilan dan kesehatan Anda. Tidak hanya semata-mata menyenangkan seseorang yang Anda sukai, Anda semakin menyayangi diri Anda sendiri.

Bila Anda merasakan ketiga tanda tersebut, sepertinya Anda positif terserang ‘virus’ jatuh cinta. Let’s him know, Ladies, and be confident with yourself!

Masalah lingkungan yang berkaitan dengan penggunaan plastik

Tidak seperti bahan-bahan alam lainnya, plastik bersifat non-biodegradable. Berdasarkan informasi, 30% volume sampah di Amerika Serikat terdiri dari plastik. Bagaimana di negara kita, Indonesia? Umumnya sampah plastik ditangani dengan cara dikubur atau dibakar dalam incinerator. Namun, kedua cara tersebut belum menyelesaikan masalah. Plastik yang dikubur tidak akan membusuk sementara lahan tempat mengubur plastik semakin sulit. Pembakaran plastik akan menyebabkan polusi. Misalnya, pembakaran PVC menghasilkan gas hidrogen klorida (HCl) atau gas klorin (Cl2). Berikut beberapa cara yang dipertimbangkan untuk menangani plastik.

a. Daur ulang
Plastik termoplas dapat dibentuk ulang melalui pemanasan. Dapat juga didepolimerisasi sehingga diperoleh kembali monomernya. Akan tetapi, sulit sekali memilah sampah plastik menurut jenisnya. Sampah plastik seringkali merupakan campuran dari berbagai jenis. Dengan demikian juga mengandung plasticiser, pigmen warna, dan campuran bahan lainnya. Akibatnya, hasil daur ulangnya paling merupakan plastik dengan mutu yang lebih rendah dan kurang nilai ekonomisnya.
Di negara maju yang penduduknya sadar lingkungan, produsen mencantumkan kode yang menyatakan jenis plastik. Lalu di tempat­tempat umum disediakan tempat sampah dengan berbagai kode, sehingga masyarakat dapat membuang sampah plastik menurut jenisnya. Dapatkah Anda mengelompokkan bahan-bahan plastik yang telah Anda pakai berdasarkan jenis plastik?

b. Membuat plastik yang biodegradable
Dengan membuat plastik yang biodegradable, maka plastik akan hancur dalam beberapa tahun.

c. Pirolisis
Apabila plastik dipanaskan hingga 7000C tanpa udara, maka molekul plastik akan terurai membentuk molekul-molekul sederhana. Campuran plastik yang biasa, seperti politena, polipropilena atau polistirena, ketika dipirolisis akan menghasilkan hidrokarbon sederhana serti etena atau propena atau benzena. Senyawa tersebut dapat dipisahkan melalui destilasi bertingkat. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk membuat berbagai bahan kimia termasuk plastik. Untuk sekarang ini, pirolisis dinilai tidak ekonomis, karena masih tersedia bahan baku yang lebih murah, yaitu dari minyak bumi dan gas alam.
Keuntungan yang diperoleh dari cara pirolisis, salah satunya adalah kita dapat menyortir limbah plastik menurut jenisnya.

Pengertian Lapisan Ozon, Bahan Perusak Ozon & Dampaknya Bagi Kesehatan


Apakah itu Ozon teman-teman? Ozon adalah gas yang secara alami terdapat di atmosfir, unsur kimia yang terkandung dalam partikel ozon adalah tiga buah oksigen (O3). Sedangkan keberadaan ozon sendiri di alam terdapat di dua wilayah atmosfer. Ozon di troposfer (sekitar 10 s/d 16 km dr permukaan bumi ) sayangnya kandungan pada lapisan ini hanya 10%. Sedangkan selebihnya berada di lapisan stratosfir (50km dr puncak troposfer) disini kandungan ozon mencapai 90%. Maka seringkali disebut lapisan ozon, karena memiliki kandungan 03 (ozon) yang paling banyak.
Pertanyaannya kemudian bagaimana jika lapisan ozon menipis?, “ Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet matahari terutama UV-B yang mampu mencapai permukaan bumi”. Dari data dan pengamatan kondisi ozon di atmosfir kondisi dari bulan Oktober 1980 sampai dengan Oktober 1991 kondisi lubang pada lapisan ozon makin memprihatinkan dan makin membesar, hampir sebesar benua Australia. Kondisi terbaru memang sudah lebih baik menurut data per – 9 September 2011 minimum 164 DU terletak di lokasi 76 derajat selatan dan 108 derajat sebelah barat dengan luas sekitar 18.12 million km2 dan kehilangan partikel ozon sebesar 8.14 megatron. Dari foto satelit lubang ozon di kutub utara masih terlihat terjadi penipisan. penipisan itu berada di sekitar Rusia dan Skandinivia, selain yang juga terlihat di Australia. 


Banyaknya Bahan Perusak Ozon (BPO) Disekeliling Kita
Bahan Perusak Ozon masuk ke Indonesia melalui impor, karena bahan ini diperlukan oleh industri baik untuk manufaktur AC/Refrigerasi dan Industri Busa, maupun untuk kegiatan servis produk (barang) yang menggunakan BPO. Umumnya penggunaan CFC dan HCFC sebagian untuk membantu daya semprot pada peralatan kosmetik (cth. hairspray), semprot nyamuk, peralatan pemeliharaan otomotif, pembersih rumah, cat semprot dan alat kesehatan.
Selain itu CFC dan HCFC dipergunakan untuk membuat busa pelapis insulasi panas yang digunakan untuk menahan panas agar tidak masuk kedalam lemari pendingin dan mencegah dingin tidak keluar dari peralatan pendingin. Penggunaan CFC dan HCFC pada pembuatan busa sol sepatu, tempat tidur, jok kursi dan stereoform pada wadah makanan. SElain CFC dan HCFC, dikenal pula istilah halon, penggunaan halon untuk bahan pemadam kebakaran dan masih banyak seperti dibawah ini;
Penggunaan BPO CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin padaAC, Penggunaan BPO CFC dan HCFC sebagai bahan pendingin untuk Refrigerasi.
Penggunaan CFC-11 sebagai bahan pengembang tembakau pada rokok rendah tar.
Penggunaan BPO : CFC, HCFC, CTC dan TCA untuk bahan pelarut digunakan sebagai bahan untuk membantu membersihkan peralatan. Fumigasi Hama : Metil Bromida dan Penggunaan BPO Methil Bromida untuk fumigasi hama
Permasalahan selain merusak lapisan ozon, BPO yang terlepas ke atmosfir memberikan kontribusi terhadap pemanasan global dengan adanya emisi CO2. Semakin banyaknya peralatan yang menggunakan BPO semakin besar tantangan untuk mencegah terjadinya emisi yang merusak lapisan ozon dan menyebabkan pemanasan global. Oleh sebab itu penangan barang-barang bekas yang memiliki BPO dalam sistemnya menjadi penting diperhatikan. 


Upaya Pencegahan.
Di Indonesia halon yang bekas pakai dapat ditampung di Halon Bank yang terdapat di Garuda Maintenance Facilities. Pada fasilitas ini Halon dapat dikumpulkan dan dimurnikan sehingga dapat dipergunakan kembali untuk penggunaan kritis.
Upaya Pengaturan: Internasional dan Nasional. Sebenarnya upaya sudah dilakukan oleh masyarakat Internasional misalnya dengan adanya Konvensi Wina (Vienna Convention – 1985) yang membahas lebih rinci mengenai perlindungan lapisan ozon. Pertemuan ini sudah sampai pada pertemuan yang ke 9 atau yang dikenal dengan COP-9. Sedangkan Protokol Montreal 1987 yang membahas langkah-langkah untuk membatasi produksi dan konsumsi bahan-bahan kimia perusak lapisan ozon. Sudah sering kali dilakukan, sampai tahun ini MOP sudah yang ke 23 kali pertemuannya dilakukan.
Pemerintah Indonesia sudah berupaya menjalankan tugas dan kewajibannya melaksanakan penghapusan BPO secara bertahap melalui pengurangan impor BPO secara bertahap, Alih teknologi untuk menghentikan penggunaan BPO. Mengelola BPO yang beredar di Indonesia. Mencegah terlepasnya emisi BPO terlepas ke atmosfir. Meningkatkan kesadaran dan peran serta seluruh pemangku kepentingan.

4 Parameter Pencemaran Lingkungan



.
Beberapa parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya pencemaran lingkungan, serta mengetahui tingkat pencemaran itu. Parameter-parameter yang digunakan sebagai indikator penemaran lingkugnan antara lain sebagai berikut :

a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan kadang aktifitas berat.

b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD ( biochemical Orxygen Deman), yaitu jumlah oksigen yang terkandung atau terlalur di air. Cara pengukuran BOD adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennnya selama 5 hari dan kemudian diukur kembali kadungan oksigennya, BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemaran organik.
Di air yang normal dan alami, kadar pH adalah 6,5 – 8,5. Keasaman air dapat iukur dengan kertas lakmus. Contoh lain adalah kandungan oksifen d dalam air minum tidak boleh kurang dari 3 ppm

c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kejernihan dan kandungan bahan radiokatif.

d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya bahan organk/mikroorganisme seperti bakteri coli, virus, bentos dan plakton. Organisme yang peka akan mati di lingkungan air yang teremar.
Cotnoh: keadaan siput air dan planaria di sugnau atau perairan menunjukkan bahwa air di sungai tersebut belum tercemar.